Ringo.co.id – Di negara Bosnia dan Herzegovina, ada satu bangunan ibadah sangat unik. Bangunan itu adalah Masjid Kuslat yang berdiri ekstrem di atas tebing setinggi 500 meter. 

Masjid ini telah bertahan selama lebih dari enam abad dan menjadi simbol sejarah serta ketahanan budaya masyarakat setempat.

Bangunan yang dijuluki 'masjid di langit' ini terletak di atas ngarai Sungai Drinjaca, wilayah Bosnia timur. 

Letaknya yang menempel pada batu karang curam membuatnya tampak seolah menggantung di antara bumi dan langit, sekaligus menjadi salah satu bangunan religius paling ekstrem.

Dilansir dari Portal Berita Kenegaraan Turki, Anadolu Ajansi, Masjid Kuslat telah berdiri sejak abad ke 15 dan menjadi salah satu masjid tertua di Bosnia dan Herzegovina. 

Lokasinya yang tinggi hanya bisa dijangkau melalui jalur pendakian sempit di tengah hutan, tetapi perjalanan tersebut terbayar dengan panorama lembah, perbukitan, dan sungai yang memukau.

Berdiri di Tebing Curam, Jejak Sejarah dari Era Ottoman

Masjid Kuslat berada di tebing hijau yang menjulang. Posisi ekstrem tersebut membuat bangunan ini terlihat menempel langsung pada batu karang, menciptakan pemandangan dramatis yang jarang ditemui pada bangunan keagamaan lain.

Melansir Catatan detikHikmah, masjid ini dibangun pada awal periode Ottoman di Bosnia sekitar tahun 1460 hingga 1480. 

Jauh sebelum masa Ottoman, kawasan Kuslat sudah dikenal sebagai kota abad pertengahan yang dibentengi untuk melindungi kafilah dagang dan para pelancong.

Penjelajah Ottoman, Evliya Celebi bahkan pernah menggambarkan pemandangan dari tebing tersebut begitu menakjubkan hingga seseorang hampir tak berani melihat ke bawah lembah yang dialiri sungai deras.

Arsitektur Unik dan Kisah Bangkit dari Kehancuran

Masjid Kuslat tak hanya menarik karena lokasinya, tetapi juga karena bentuknya yang sederhana namun menyatu dengan alam sekitar. 

Bangunan ini berdiri di atas batu karang dan hanya dapat dicapai melalui jalur setapak sempit, menjadikannya salah satu contoh arsitektur religius yang sangat bergantung pada kondisi geografis.

Masjid ini sempat mengalami kehancuran saat perang Bosnia pada 1993 ketika bangunan tersebut dibakar. 

Setelah konflik mereda dan warga kembali ke desa sekitar, komunitas Islam setempat membangun kembali masjid di lokasi yang sama menggunakan material yang menyerupai bangunan aslinya. 

Sekitar dua dekade kemudian, masjid ini kembali diresmikan dan difungsikan untuk ibadah.

Landmark Religius yang Kini Menjadi Daya Tarik

Anadolu Ajansi melaporkan selama berabad-abad, Masjid Kuslat bukan hanya menjadi tempat salat, tetapi juga pusat kegiatan spiritual masyarakat. 

Banyak orang datang untuk mencari ketenangan, melakukan doa memohon hujan, hingga tradisi spiritual yang diwariskan turun-temurun.

Kini Masjid Kuslat juga berkembang sebagai destinasi wisata religi yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah. 

Lokasinya yang ekstrem di tepi tebing membuatnya menjadi landmark arsitektur yang unik sekaligus aset budaya yang memperkuat nilai historis kawasan tersebut.

Hingga saat ini, Masjid Kuslat tetap berdiri kokoh sebagai saksi perjalanan panjang sejarah Bosnia. 

Lebih dari sekadar bangunan ibadah, masjid ini menjadi simbol ketahanan budaya dan spiritual masyarakat yang mampu bertahan melewati perang, perubahan zaman, serta kondisi geografis yang ekstrem. *

Reporter: Redaksi