RINGO.CO.ID    - Semakin banyak warga Indonesia memilih menetap di luar negeri. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk yang keluar dari Indonesia kini jauh lebih besar dibanding mereka yang datang atau kembali ke Tanah Air.

Fenomena tersebut tercermin dari angka migrasi neto internasional Indonesia yang kembali mencatatkan nilai negatif berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.

BPS melaporkan angka migrasi keluar internasional mencapai 114 orang per 100.000 penduduk setiap tahun. Sementara itu, angka migrasi masuk hanya berada di level 61 orang per 100.000 penduduk.

Selisih tersebut membuat angka migrasi neto internasional Indonesia tercatat minus 0,53 per 1.000 penduduk atau setara dengan berkurangnya 53 orang dari setiap 100.000 penduduk akibat perpindahan ke luar negeri setiap tahunnya.

“Berdasarkan SUPAS, angka migrasi neto internasional tercatat minus 0,53. Hal ini berarti pada periode Long Form Sensus Penduduk (LF SP) dan SUPAS terdapat pengurangan penduduk akibat migrasi internasional rata-rata 53 orang per 100 ribu penduduk setiap tahunnya,” kata BPS, dikutip CNBC Indonesia.

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 284,67 juta jiwa, angka tersebut setara dengan sekitar 150.875 warga negara Indonesia yang berpindah ke luar negeri setiap tahun.

Data BPS menunjukkan kecenderungan migrasi ke luar negeri saat ini lebih tinggi dibandingkan beberapa periode survei sebelumnya.

Pada hasil Long Form Sensus Penduduk (LF SP) 2020, angka migrasi neto internasional tercatat hanya 11 orang per 100.000 penduduk.

Saat itu, migrasi masuk mencapai 43 orang per 100.000 penduduk, sementara migrasi keluar berada di angka 32 orang per 100.000 penduduk.

Sementara dalam SUPAS 2015, angka migrasi neto internasional tercatat sekitar 50 orang per 100.000 penduduk. Migrasi masuk saat itu mencapai 36 orang per 100.000 penduduk, sedangkan migrasi keluar mencapai 86 orang per 100.000 penduduk.

Data terbaru menunjukkan tren perpindahan penduduk Indonesia ke luar negeri kembali meningkat setelah sempat melambat pada periode pandemi COVID-19.

Fenomena ini muncul di tengah meningkatnya minat sebagian warga Indonesia untuk mencari peluang pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan yang lebih baik di luar negeri. **

Reporter: Redaksi