Pencarian

Ribuan Penumpang Pesawat Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 • 11:39:13 WIB
Ribuan Penumpang Pesawat Terdampak Erupsi Anak Krakatau

CENGKARENG - Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta berdampak pada 209 penerbangan dan 22.798 penumpang. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa menyebut rute penerbangan Makassar (UPG) menjadi rute domestik dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak, yaitu 16 pergerakan pesawat. Sedangkan rute internasional utama terdapat Singapura (SIN) dengan total 11 pergerakan pesawat.

Adapun rincian penanganan status penerbangan internasional mencakup 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali untuk rute Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL).

Sedangkan pada penerbangan domestik terdapat 4 pembatalan dan 1 penerbangan yang dialihkan untuk rute Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya (SUB).

Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, bandara ditutup sementara mulai pukul 01.30 hingga 09.30 WIB. Penutupan ini merupakan perpanjangan waktu dari sebelumnya, yakni hingga pukul 05.30 WIB.

"Hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05 hingga 06.35 WIB menunjukkan positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta," kata Lukman melalui keterangan tertulis.

Lukman menyatakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus memonitor perkembangan situasi bersama operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, BMKG, serta pihak terkait lainnya dan menyampaikan informasi terbaru jika terjadi perubahan signifikan. Ia mengimbau masyarakat atau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta untuk memantau informasi terbaru dari maskapai.

Termasuk mengimbau agar memperhatikan situasi dengan tidak datang ke bandara terlebih dahulu.

Menurut Lukman, operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan. "Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional," katanya.

Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga sejak 2 Juli 2026. Gunung yang terletak di Selat Sunda ini mengalami erupsi menerus pada Sabtu, 5 September 2026. Erupsi terjadi sejak Jumat pada pukul 23.07 dan berlangsung hingga 04.40 WIB.

Laporan visual erupsi Gunung Anak Krakatau diinterpretasikan sebagai fenomena lava air mancur. Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitangunung mengatakan api teramati jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0–III, sementara asap kawah tidak teramati. Kamera pengawas di lapangan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik.

"Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif," kata Berton, Sabtu kemarin. **

Follow www.ringo.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: Tempo.co

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks